Total Tayangan Halaman

Selasa, 20 Juli 2010

Anggota Alam Semesta

B. Anggota Alam Semesta
Di alam semesta ataupun tatasurya terdapat beberapa benda langit yang beredar di dalamnya diantaranya bulan, bintang, matahari, asteroid, meteoroid, planet dan komet.
Benda-benda tersebut beredar sejak alam semesta ini tercipta, berikut penjelasanya secara singkat.

1. Bulan
Bulan adalah satu-satunya satelit alami bumi, dan merupakan satelit alami terbesar ke-5 di tata surya. Bulan tidak mempunyai sumber cahaya sendiri dan cahaya Bulan sebenarnya berasal dari pantulan cahaya matahari.
Bulan berada dalam orbit sinkron dengan bumi, hal ini menyebabkan hanya satu sisi permukaan bulan saja yang dapat diamati dari bumi. Orbit sinkron menyebabkan kala rotasi sama dengan kala revolusinya. Di bulan tidak terdapat udara ataupun air.

Banyak kawah di permukaan bulan yang disebabkan oleh hantaman komet atau asteroid. Ketiadaan udara dan air di bulan menyebabkan tidak adanya pengikisan yang menyebabkan banyak kawah di bulan yang berusia jutaan tahun dan masih utuh. Di antara kawah terbesar adalah Clavius dengan diameter 230 kilometer dan sedalam 3,6 kilometer. Ketidakadaan udara juga menyebabkan tidak ada bunyi dapat terdengar di bulan.

2. Bintang
Bintang adalah salah satu anggota alam semesta. Bintang merupakan benda langit yang bercahaya. Bintang digolongkan menjadi 2 macam. Yaitu bintang semu dan bintang nyata.
Bintang semu adalah bintang yang bercahaya, namun cahaya yang dihasilkan merupakan pantulan dari benda bercahaya yang lain. Sedangkan bintang nyata adalah bintang yang menghasilkan cahaya sendiri, jadi bintang ini tampak lebih terang daripada bintang semu.

3. Asteroid
Sistem tata surya dan alam semesta tidak terdiri dari pada planet-planet dan satelit-satelit saja. Di sana juga banyak terdapat jasad-jasad kecil; asteroid-asteroid, komet-komet; dan juga sabuk-sabuk yang diseeebut meteroid-meteoroid. Yang membedakannya adalah dari segi jarak kejauhan dari matahari dan komposisinya.
Asteroid-asteroid terdiri dari pada batuan Asteroid, pernah disebut sebagai planet Minor atau Planetoid, adalah benda berukuran lebih kecil dari pada planet, tetapi lebih besar daripada meteoroid, umumnya terdapat di bagian dalam tata surya.
4. Meteoroid
Meteoroid adalah batu meteor yang berhasil mencapai permukaan bumi. Disebut juga meteor setelah menembus atmosfir bumi tetapi belum mencapai permukaan bumi. Merupakan asteroid kecil yang ketika memasuki atmosfir bumi, gesekan udara menyebabkan meteor menjadi panas dan menimbulkan cahaya sehingga kadang kala disebut bintang jatuh. Di Indonesia, meteoroid dapat ditemukan di museum geologi Bandung.
Meteoroid adalah bahan baku keris yang disukai para empu. Keris yang mendapat campuran meteoroid biasanya ringan tetapi sangat kuat karena mengandung logam langka, seperti titanium.




5. Planet
Planet adalah benda langit yang memiliki ciri-ciri berikut:
• Mengorbit mengelilingi bintang atau sisa-sisa bintang;
• mempunyai massa yang cukup untuk memiliki gravitasi tersendiri agar dapat mengatasi tekanan rigid body sehingga benda angkasa tersebut mempunyai bentuk kesetimbangan hidrostatik (bentuk hampir bulat);
• tidak terlalu besar hingga dapat menyebabkan fusi termonuklir terhadap deuterium di intinya; dan,
• telah "membersihkan lingkungan" (clearing the neighborhood; mengosongkan orbit agar tidak ditempati benda-benda angkasa berukuran cukup besar lainnya selain satelitnya sendiri) di daerah sekitar orbitnya
Berdasarkan definisi di atas, maka dalam sistem tata surya terdapat delapan planet. Hingga 24 Agustus 2006, sebelum Persatuan Astronomi Internasional (International Astronomical Union = IAU) mengumumkan perubahan pada definisi "planet" sehingga seperti yang tersebut di atas, terdapat sembilan planet termasuk Pluto. Bahkan benda langit yang belakangan juga ditemukan sempat dianggap sebagai planet baru, seperti: Ceres, Sedna, Orcus, Xena, Quaoar, UB 313. Pluto, Ceres dan UB 313 kini berubah statusnya menjadi "planet kerdil/katai."
Planet diambil dari kata dalam bahasa Yunani Asteres Planetai yang artinya Bintang Pengelana. Dinamakan demikian karena berbeda dengan bintang biasa, planet dari waktu ke waktu terlihat berkelana (berpindah-pindah) dari rasi bintang yang satu ke rasi bintang yang lain. Perpindahan ini (pada masa sekarang) dapat dipahami karena planet beredar mengelilingi matahari.
Namun pada zaman Yunani Kuno yang belum mengenal konsep heliosentris, planet dianggap sebagai representasi dewa di langit. Pada saat itu yang dimaksud dengan planet adalah tujuh benda langit: Matahar, Bulan, Merkurius, Venus, Mars, Jupiter dan Saturnus. Astronomi modern menghapus Matahari dan Bulan dari daftar karena tidak sesuai definisi yang berlaku sekarang.
Sebelumnya, planet-planet anggota galaksi Bimasakti ada 9, Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter/Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto. Namun, tanggal 26 Agustus 2006, para ilmuwan sepakat untuk mengeluarkan Pluto dari galaksi Bimasakti sehingga jumlah planet pada galaksi Bimasakti jumlahnya ada 8. Yaitu: Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter/Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus. Hingga pada akhirnya definisi planet berubah menjadi anggota tata surya yang beredar pada garis edarnya masing-masing.
6. Komet
Komet adalah benda angkasa yang mirip asteroid, tetapi hampir seluruhnya terbentuk dari gas (karbon dioksida, metana, air) dan debu yang membeku. Komet memiliki orbit atau lintasan yang berbentuk elips, lebih lonjong dan panjang daripada orbit planet. Komet yang cerah pastinya menarik perhatian ramai.
Ketika komet menghampiri bagian dalam Tata Surya, radiasi dari Matahari menyebabkan lapisan es terluarnya menguap. Arus debu dan gas yang dihasilkan membentuk suatu atmosfer yang besar tetapi sangat tipis di sekeliling komet, disebut coma. Akibat tekanan radiasi matahari dan angin matahari pada coma ini, terbentuklah ekor raksasa yang menjauhi matahari.
Coma dan ekor komet membalikkan cahaya matahari dan bisa dilihat dari bumi jika komet itu cukup dekat. Ekor komet berbeda-beda bentuk dan ukurannya. Semakin dekat komet tersebut dengan matahari, semakin panjanglah ekornya. Ada juga komet yang tidak berekor. Komet mempunyai orbit berbentuk elips. Perhatikan ia mempunyai dua ekor
Komet bergerak mengelilingi matahari berkali-kali, tetapi peredarannya memakan waktu yang lama. Komet dibedakankan menurut rentangan waktu orbitnya. Rentangan waktu pendek adalah kurang dari 200 tahun dan rentangan waktu yang panjang adalah lebih dari 200 tahun. Secara umumnya bentuk orbit komet adalah elips. coma adalah daerah kabut yang di sekeliling inti komet.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar